| |
| Prime Plaza Hotel Sanur - E-news - ID | October 2026 |
Connect With Us
|
|
Oktober menandai babak akhir musim kemarau di Bali, dan Sanur memasuki hari-hari paling menyenangkan sepanjang tahun, dengan angin pantai yang sepoi-sepoi serta sore hari yang cerah dan hangat sebelum musim hujan tiba. Bulan ini menjadi favorit bagi para wisatawan yang menginginkan cuaca musim kemarau tanpa keramaian musim puncak seperti Juli dan Agustus, dan suasana tenang Sanur akan membuatnya semakin indah.
Bulan ini, kami mengikuti kalender budaya pulau yang kembali hidup di tiga penjuru Bali yang sangat berbeda. Hanya dengan naik perahu singkat dari Pelabuhan Sanur, Nusa Penida Festival yang meriah menghadirkan perpaduan budaya, kreativitas, dan konservasi di Pantai Ped, sementara di perbukitan Ubud, Ubud Writers & Readers Festival yang diakui secara internasional mengumpulkan para penulis dan pemikir dari seluruh dunia. Lebih dekat lagi, kita akan membahas Saraswati dan Pagerwesi, dua hari suci umat Hindu Bali yang memuliakan ilmu pengetahuan dan ketangguhan spiritual — sisi pulau yang lebih tenang dan kontemplatif, layak untuk disaksikan langsung. Dan nikmati Promo Eksklusif Bali Zoo! untuk setiap pemesanan langsung melalui kami.
Lanjutkan membaca untuk mengetahui keseruan lainnya, dan jangan lupa untuk mengikuti kami di Instagram, Facebook, and TikTok untuk informasi terbaru, penawaran, dan pengalaman di Prime Plaza Hotel Sanur.
|
| |
Budaya, Kreasi, dan Konservasi: Nusa Penida Festival 2026
Tepat di seberang lautan dari Sanur, pulau Nusa Penida menjadi tuan rumah salah satu perayaan budaya paling khas di Bali bulan ini. Berlangsung dari 8 hingga 10 Oktober 2026 di Kabupaten Klungkung, Nusa Penida Festival merupakan festival budaya, pariwisata, dan lingkungan yang mengusung tema Budaya, Kreasi, dan Konservasi, memadukan warisan, kreativitas, serta perhatian pulau ini yang semakin besar terhadap pelestarian laut.
Festival dibuka dengan pawai budaya yang penuh warna melintasi desa-desa pesisir pulau, diikuti oleh pertunjukan seni tradisional dan ritual upacara yang mencerminkan adat istiadat Bali yang mengakar kuat di Nusa Penida. Yang membedakan festival ini dari festival lain adalah unsur lingkungannya yang kuat: selain pertunjukan, pengunjung dapat ikut serta dalam kegiatan berbasis konservasi seperti penanaman mangrove, restorasi terumbu karang, dan pelepasan tukik ke laut, memberikan nuansa yang benar-benar praktis dan bermakna, yang jarang ditemukan dalam festival pulau pada umumnya.
Para pengrajin dan pelaku usaha kecil setempat juga berperan penting, dengan berbagai stan yang menampilkan kuliner khas Nusa Penida serta kerajinan tangan pesisir yang terbuat dari bahan alami dan berkelanjutan. Ini adalah cara yang ideal untuk memadukan eksplorasi budaya dengan tujuan yang bermakna, terutama bagi wisatawan yang sudah menyukai suasana Sanur yang lebih tenang dan tertata.
Bagi tamu yang menginap di Prime Plaza Hotel Sanur, festival ini sangat mudah dipadukan dengan perjalanan sehari ke Nusa Penida. Pelabuhan Sanur, hanya beberapa menit dari hotel, pelabuhan menawarkan keberangkatan kapal cepat secara rutin menuju Nusa Penida, menjadikan festival ini salah satu dari sedikit festival besar Bali yang dapat dinikmati dengan nyaman dalam satu hari perjalanan dari Prime Plaza Hotel Sanur. Padukan kunjungan festival di pagi hari dengan menikmati sore di salah satu spot ikonik Nusa Penida, seperti Kelingking Beach atau Angel's Billabong, sebelum kembali menikmati ketenangan Sanur di malam hari.
Baik Anda tertarik pada upacaranya, kerajinan tangannya, atau kegiatan konservasi yang berlangsung di lapangan, Nusa Penida Festival menghadirkan kesempatan langka untuk melihat pulau tetangga Bali ini dalam suasana paling semarak dan penuh semangat kebersamaan, dengan kenyamanan Prime Plaza Hotel Sanur yang menanti Anda kembali di daratan utama.
|
| |
Pertemuan Sastra: Ubud Writers & Readers Festival 2026
Bagi wisatawan yang menyukai liburan Bali dengan sentuhan intelektual, Oktober menghadirkan salah satu ajang sastra paling bergengsi di Asia Tenggara ke perbukitan di atas Sanur. Ubud Writers & Readers Festival kembali digelar dari 21 hingga 25 Oktober 2026, mengangkat tema Samarasā: Awareness, Empathy, Action, mempertemukan penulis, penyair, jurnalis, dan pemikir ternama dari Indonesia maupun mancanegara dalam lima hari diskusi panel, lokakarya, peluncuran buku, dan pertunjukan langsung.
Kini memasuki dekade ketiganya, festival ini telah berkembang dari sebuah pertemuan kecil yang didirikan pascatragedi bom Bali 2002, menjadi salah satu acara budaya paling dihormati di kawasan ini, menghadirkan ratusan suara internasional untuk berbagi gagasan mulai dari fiksi dan puisi hingga jurnalisme dan perubahan sosial. Berbagai sesi digelar di sejumlah tempat intim di pusat Ubud, memberi kesempatan bagi pengunjung untuk mendengar langsung dari para penulis di balik buku-buku yang menjadi perbincangan dunia, yang sering kali dilanjutkan dengan obrolan santai sambil menikmati kopi atau makan malam bersama.
Berjarak sekitar 45 hingga 60 menit berkendara dari Prime Plaza Hotel Sanur, Ubud menjadi pelengkap yang mudah untuk menginap di Sanur bagi tamu yang ingin memadukan relaksasi tepi pantai dengan sentuhan budaya dan percakapan. Bahkan tanpa mengikuti sesi sepanjang hari, sekadar menjelajahi kawasan budaya Ubud selama minggu festival sudah memberikan pengalaman tersendiri, karena kafe, galeri, dan toko buku di kota ini turut diwarnai suasana sastra yang khas.
Bagi pasangan maupun wisatawan solo, festival ini menawarkan ritme liburan Bali yang sangat berbeda: pagi hari di tepi kolam renang atau pantai Sanur yang tenang, dilanjutkan dengan sore atau malam yang dipenuhi cerita dan gagasan di Ubud. Tiket festival multi-hari biasanya dirilis secara bertahap lebih awal di tahun berjalan, sehingga perencanaan sejak dini sangat dianjurkan jika ada sesi atau penulis tertentu yang menjadi incaran Anda.
Apa pun sesi yang Anda pilih, kembali setiap malam ke suasana Prime Plaza Hotel Sanur yang tenang dan santai menjadi penyeimbang sempurna setelah menghabiskan hari di tengah keramaian sastra Ubud.
|
| |
Memuliakan Ilmu Pengetahuan: Saraswati dan Pagerwesi di Bali
Di luar rangkaian festival pulau, Oktober juga menghadirkan salah satu momen paling kontemplatif dalam kalender Hindu Bali. Hari Saraswati jatuh pada 31 Oktober 2026, disusul empat hari kemudian oleh Pagerwesi pada 4 November, bersama-sama membentuk sepasang hari suci yang tenang namun bermakna, berpusat pada ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ketangguhan spiritual.
Hari Saraswati memuliakan Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan seni, dan dirayakan dengan penuh khidmat di seluruh pulau. Buku, alat musik, lontar, bahkan laptop diberkati dengan sesaji berupa bunga dan dupa di rumah, sekolah, dan pura, sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah ilmu pengetahuan. Sebagai bentuk penghormatan terhadap hari ini, banyak masyarakat Bali yang menghentikan sejenak kegiatan membaca atau menulis pada sebagian waktu di hari itu, menjadikannya momen untuk merenung, bukan sekadar rutinitas.
Empat hari kemudian, Pagerwesi, yang berarti "pagar besi", mengajak umat Hindu Bali untuk melindungi dan memperkuat secara spiritual ilmu pengetahuan yang baru saja dimuliakan. Keluarga berkumpul di pelinggih rumah dan pura desa, memanjatkan doa untuk kekuatan, fokus, dan perlindungan dari pengaruh negatif saat melangkah ke depan. Berbeda dari festival-festival besar Bali lainnya, kedua hari ini tidak menyebabkan penutupan jalan atau gangguan berskala besar, namun keduanya menawarkan jendela yang autentik ke dalam ritme spiritual pulau ini, bagi wisatawan yang kebetulan berada di Bali pada waktu yang tepat.
Bagi tamu Prime Plaza Hotel Sanur, kedua hari ini paling baik dinikmati dengan sekadar memperhatikan sekeliling. Kunjungan singkat ke pura terdekat, obrolan dengan staf hotel mengenai makna sesaji yang dipajang, atau berjalan-jalan di lingkungan Sanur selama upacara berlangsung, dapat mengungkap sisi kehidupan masyarakat Bali yang jarang disadari oleh banyak wisatawan. Ini menjadi pengingat lembut bahwa di balik pantai dan festival-festival Bali, praktik spiritual harian pulau ini terus berjalan dengan tenang di latar belakang.
Suasana Sanur yang santai menjadikannya tempat yang sangat tepat untuk menyaksikan Saraswati dan Pagerwesi, di mana upacara berlangsung tanpa keramaian kawasan wisata yang lebih sibuk, menghadirkan sudut pandang yang lebih intim terhadap tradisi yang terus membentuk kehidupan sehari-hari di seluruh Bali.
|
| |
Jelajahi Sisi Liar Bali, Hanya Beberapa Menit dari Tempat Menginap Anda
Liburan ke Bali rasanya belum lengkap tanpa sedikit keajaiban, dan tidak banyak pengalaman yang menghadirkannya sebaik menghabiskan satu hari bersama beberapa makhluk paling menakjubkan di pulau ini. Berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Sanur, Bali Zoo menghadirkan pengalaman dekat dengan satwa liar mulai dari gajah yang megah, burung-burung eksotis, hingga reptil langka yang akan dikenang lama oleh anak-anak maupun orang dewasa setelah perjalanan usai. Dan kini, menginap bersama kami di Prime Plaza Hotel Sanur membuat perjalanan ke sana semakin mudah.
Nikmati Promo Eksklusif Bali Zoo!
Pesan kamar Anda langsung melalui website, email, atau WhatsApp kami, dan nikmati diskon 10% untuk tiket masuk Bali Zoo! Temukan upaya konservasi gajah yang menjadi kebanggaan Bali, berdekatan langsung dengan satwa-satwa yang mempesona dan menakjubkan, serta ciptakan momen tak terlupakan bersama keluarga dan sahabat. Pesan menginap Anda sekarang dan jadikan petualangan Bali Anda semakin berkesan!
Pesan Sekarang!!
|
| |
|
|